Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012


Setelah sebuah media Eropa pernah memuat kartun yang menghina umat Islam, dan itu terjadi berulang kali, kini giliran tindakan serupa terjadi di Amerika Serikat. Koran harian New York Post edisi Jumat (24/2) memuat sebuah kartun politik bertema Anti-Semit. Tindakan media tersebut lantas menyulut kemarahan muslim AS.

Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mendesak New York Post meminta maaf atas kartun politik yang menghina umat Islam tersebut.

Dalam kartun yang diterbitkan tersebut, menggambarkan orang Islam bersorban sedang merancang bom untuk diledakkan. Dalam kartun ini mengaitkan keberatan umat Islam terhadap polisi New York yang bisa memeriksa umat Islam seluruh kota tanpa surat perintah.

“Ini kartun politik ofensif menyudutkan muslim dan sangat tidak tepat, dan ada keinginan membangkitkan anti-Semit seperti yang dilakukan Nazi Jerman,” kata Presiden CAIR New York, Zead Ramadhan.

Sebuah posting di halaman Facebook kelompok komunitas Muslim Amerika menunjukkan, warga Muslim sipil meminta hak dan penghargaan bagi Muslim Amerika. Dan Meminta surat kabar dan untuk permohonan maaf atas kartun ofensif ini.

CAIR adalah organisasi terbesar di Amerika, organisasi mengadvokasi kebebasan sipil warga Muslim di AS, agar setara dengan warga AS lainnya. CAIR memiliki misi meningkatkan pemahaman Islam di AS. Dan mendorong dialog, melindungi kebebasan sipil, memberdayakan, membangun koalisi dan mempromosikan keadilan serta saling pengertian antara warga biasa dengan Muslim di AS. (republika.co.id, 27/2/2012)

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/27/giliran-kartun-politik-sudutkan-islam-muncul-di-as/
Read more »

Selasa, 07 Desember 2010

Giliran Argentina Akui Palestina Sebagai Negara Merdeka

Argentina menjadi negara Amerika Latin kedua setelah Brazil yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Dalam sebuah surat kepada kepala Otoritas Palestina Mahmud Abbas pada hari Senin kemarin (6/12), Presiden Argentina Cristina Kirchner menulis bahwa negaranya mengakui Palestina sebagai "negara bebas dan mandiri" seperti yang didefinisikan oleh perbatasan tahun 1967, Sebelumnya pada hari Jumat lalu, Kementerian Luar Negeri Brasil mengumumkan bahwa Brasilia mengakui negara Palestina di perbatasan tahun 1967.

Pengumuman Brasil tersebut datang dalam sebuah surat umum untuk menanggapi permintaan pribadi oleh Abbas pada tanggal 24 November.

Surat Brasil menyatakan dukungan untuk pencarian Palestina untuk tanah air mereka sebagai "aspirasi sah rakyat Palestina untuk sebuah negara yang aman, bersatu, demokratis dan ekonomis."

Langkah ini telah membuat marah pejabat di Tel Aviv.

Anggota Kongres AS Eliot Engel mengkritik pengakuan Brasil dan berkata, "keputusan Brasil untuk mengakui Palestina adalah sangat menyesatkan dan merupakan kebijakan terakhir luar negeri yang dipimpin Lula yang sudah substansialnya keluar jalur."

Masyarakat internasional mendukung tuntutan Palestina menjadi sebuah negara di sebagian besar Jalur Gaza, Tepi Barat dan Timur Al-Quds (Yerusalem), semua wilayah yang diduduki oleh Israel dalam Perang Enam Hari 1967.
Read more »

Ternyata Ada Koordinasi Antara WikiLeaks dan Deplu AS


Media-media Amerika Serikat mengungkap bahwa pemerintah Washington sebagai aktor utama kebocoran dokumen-dokumen di situs WikiLeaks. Koran Jomhouri Eslami cetakan Tehran, Senin (6/12) menulis, “Di tengah kegusaran para pejabat AS atas bocornya sejumlah kawat diplomatik di situs WikiLeaks, sejumlah pemimpin redaksi senior majalah Newsweek menegaskan bahwa ada koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri AS dalam merilis dokumen-dokumen tersebut.”
Menurut keterangan mereka, pemerintah Barack Obama memberi pertimbangan dalam menyeleksi dokumen itu dan juga mempublikasikan, membesar-besarkan atau membatalkan publikasi konten tertentu. Padahal tanpa pengakuan ini juga terlihat ada gerakan terorganisir yang menargetkan tujuan-tujuan tertentu.
Pernyataan eksplisit dari orang-orang yang terlibat menerbitkan dokumen-dokumen tersebut membuktikan bahwa para pejabat Washington selain tidak gusar atas perilisan itu, tapi malah berusaha mengeksploitasi momen itu untuk tujuan tertentu dan progam politik.
Menurut koran Jomhouri Eslami, Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benyamin Netanyahu menyambut langkah WikiLeaks dan mengatakan, “Untungnya semua dokumen itu tidak ada yang anti Israel dan Tel Aviv sama sekali tidak mengkhawatirkan publikasi dokumen-dokumen tersebut.”
Situs WikiLeaks juga mengkonfirmasikan publikasi empat juta dokumen rahasia pemerintah AS dalam waktu dekat. Sambutan luar biasa Netanyahu adalah bukti bahwa ia yakin bahwa dokumen-dokumen berikutnya juga sama sekali tidak akan mengancam kepentingan Israel.
Ini berarti para pejabat Israel yakin bahwa informasi-informasi yang akan dibocorkan sudah difilter secara rapi dan mustahil bila tidak ada informasi tentang Israel yang bocor.
Tapi masalah yang lebih penting dari itu adalah perilaku Washington yang mencurigakan terhadap kebocoran dokumen-dokumen rahasia dalam jumlah besar, tulis Jomhouri Eslami.
Para pejabat Amerika dan dinas-dinas intelijen sebelumnya menunjukkan aksi intensitas setinggi mungkin terhadap tersangka dan bahkan mereka yang entah bagaimana bisa mengakses informasi rahasia, sementara sekarang dengan volume besar informasi yang bocor, pemerintah AS tidak menunjukkan reaksi yang sesuai dengan dimensi bahaya dan kerugian yang mereka derita.
Pejabat Washington hingga kini belum menunjukkan reaksi kerasnya atas kebocoran empat juta dokumen rahasia milik lembaga diplomasi AS. (IRIB, 6/12/2010)
Read more »

Kamis, 02 Desember 2010

Hipokrit Kebebasan Berekspresi: Situs WikiLeaks Ditutup di AS dan Eropa

Syabab.Com - Kebebasan bereskpresi yang selalu digembar-gemborkan Amerika dan negara-negara barat memang hanya bualan belaka. Website WikiLeaks, organisasi yang baru saja merilis sebuah dokumen penting milik Departemen Luar Negeri AS, telah dihentikan oleh web host utamanya di AS dan Europa. Tindakan tersebut hanya menunjukkan sikap hipokrit Hak Asasi Manusia dan kebebasan. 
 
Situs utama dan sub situs yang yang telah menampilkan dokumen-dokumen diplomatik AS itu kini tidak tersedia lagi dari AS dan Eropa pada hari Rabu, sebagaimana server Amazon menolak untuk mengakui permintaan data.

Para aktivis website menantang tindakan perusahaan Amerika, menulis dalam sebuah Twitter.

Amazon merupakan penyedia utama layanan web hosting, menyewakan ruang server komputer bagi para pelanggan di seluruh dunia.

Senator Amerikan mengatakan Amazon telah menghentikan penggunaan servernya bagi web WikiLeaks, yang tak dapat lagi diakses pada hari Rabu di beberapa daerah.

Perusahaan Amazon tidak mengomentari hubungannya dengan WikiLeaks atau apakah hal itu dipaksa untuk meninggalkan situs tersebut.

WikiLeaks telah merilis data-data rahasia yang mengungkap kejahatan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk kebijakan jahatnya atas negeri kaum Muslim.

Washington sedang berusaha mengendalikan dampak sejak laman Internet WikiLeaks  mengungkapkan sekitar 250.000 kawat diplomatik rahasia AS. Banyak dari data itu mengungkapkan penilaian yang mempermalukan para pemimpin asing.

Kini pemilik WikiLeaks tengah diburu, bahkan diburu seperti pemburuan terhadap pelaku teroris. Istilah teroris hanya menunjukkan label Amerika yang tidak mengancam Amerika.

Penutupan WikiLeaks ini hanya menunjukkan sikap hipokrit ide-ide kebebasan Barat yang telah banyak menipu kaum Muslim. Sudah saatnya, kaum Muslim membuang ide-ide busuk Barat tersebut dan kini saatnya umat kembali kepada Islam saja, syariah dan Khilafah. [m/smh/syabab.com]
Read more »

Hizbut Tahrir Tantang Paus Lakukan Debat Terbuka Tentang Hubungan Islam dengan Kekerasan

Dalam pernyataan provokatif, dan kekeliruan dalam menjelaskan fakta, Paus Vatikan Benediktus XVI mengatakan bahwa “Islam harus menjelaskan dua masalah: Hubungannya dengan kekerasan dan akal; kemudian masalah hak untuk mengubah agama (keyakinan). Inilah masalah sulit yang diakui oleh lawan bicara para aktivis Islam.”

Dalam hal ini, Benediktus XVI lupa dengan berbagai insiden penindasan yang dilakukan oleh Gereja, terutama terkait hak orang-orang Kristen Koptik yang pindah dari Kristen ke Islam.

Sebagaimana Paus Vatikan ini juga lupa bahwa perang Barat terhadap Islam dan kaum Muslim yang mengakibatkan jatuhnya jutaan korban tak berdosa di Irak dan Afghanistan, di mana semua itu dilakukan di bawah kedok perang agama, perang salib (crusades).

Paus Benediktus XVI selama serangkaian wawancara yang diterbitkan dalam buku “Cahaya Bumi: Paus, Gereja dan Tanda Zaman“, yang ditulis oleh seorang jurnalis Jerman, Peter Cevalld, dan diterbitkan hari Rabu lalu, menegaskan bahwa ia ingin dari pidatonya yang disampaikan di Universitas Regensburg agar menjadi “pelajaran akademis murni, tanpa dipahami bahwa seruan Paus tidak dapat diambil dari sudut pandang akademik, melainkan politik,” seperti yang ia katakan.

Benediktus XVI mengatakan, hingga pidato yang disampaikannya pada tahun 2005, yang memicu gelombang reaksi kemarahan di dunia Islam, “telah keluar dan diambil di luar konteksnya, dan memberikan dimensi politik yang tidak memiliki fakta,” katanya.

Ia menambahkan: “Namun, insiden ini telah menghasilkan dampak positif. Sebab dari kontroversi ini melahirkan dialog yang sangat intensif.” “Sungguh hal ini telah sampai pada kebenaran yang tidak dapat kembali ke belakang, seperti kata mereka,” tambahnya. Ia melanjutkan: “Ini penting untuk tetap melakukan kontak intensif dengan semua kekuatan Islam yang mau dan mampu berdialog.”

Benediktus XVI, dalam salah satu wawancara yang dipublikasikan dalam buku tersebut, mengatakan bahwa “dialog” dengan kaum Muslim menuntut “perlakuan yang sama”, dan mendesak para pemimpin politik di dunia Islam agar “menjamin kebebasan perpikir dan berkeyakinan bagi semua orang. Sehingga dengan semua ini akan menjadi mungkin bagi setiap individu untuk mengumumkan keyakinan mereka sendiri secara terbuka di depan umum.”
Perlu dicatat bahwa Hizbut Tahrir telah mengeluarkan pernyataan setelah pidato Benediktus XVI tersebut, yang isinya menantang Paus untuk melakukan debat publik, dan tidak menerima hanya dengan ucapan meminta maaf saja. Pernyataan ini ditutup dengan dua kata: Pertama, Hizbut Tahrir menantang Paus Roma dalam debat terbuka yang landasannya akal dan akal saja. Sehingga semuanya menjadi jelas bagi setiap yang memiliki mata. Apalagi alamat kantor-kantor media Hizbut Tahrir semuanya jelas dan dikenal di berbagai belahan dunia di mana Hizbut Tahrir beroperasi. Dan dalam hal ini, Paus tinggal memilih waktu dan tempat yang diinginkan, (waktu dan tempat di mana kami dan Anda sama-sama bisa).

Kedua, Kami tidak ingin permintaan maaf dari Paus Roma. Sebab ia tidak mengatakan semua itu karena kesalahan yang tidak sengaja, atau ketidaktahuan yang tidak diperhitungkan. Namun ia mengatakannya dengan sangat sengaja, dengan perkataan yang jelas bukan sindiran. Sehingga hal ini tidak cukup hanya dengan permintaan maaf saja (kantor berita HT, 1/12/2010).
Read more »

Jenderal David Richard: Perang Afghanistan untuk Halangi Daulah Khilafah


 Dalam wawancara dengan Surat kabar Sunday Telegraph Inggris (14/11/2010) ketua Panel Pertahanan Inggris jenderal David Richard menegaskan perang di Afganistan pada hakikatnya adalah perang terhadap islam. Ia mengumumkan bahwa militer barat akan bertahan di Afganistan untuk jangka waktu 30 tahun.
Jenderal Richard mengulang-ulang justifikasi basi dengan perkataannya “keamanan nasional Inggris dan sekutu kami -dalam penilaian saya- sedang dalam bahaya. Jenderal Richard pada tahun lalu telah mengulang-ulang klaim-klaim palsu yang sama, sebagai upaya untuk membenarkan pendudukan barat yang brutal namun gagal di Afganistan. Realita yang sebenarnya yang ditutup-tupi Barat , penjajahan disana karena Afghanistan merupakan negeri yang strategis dan kaya, disamping penduduknya menuntut untuk hidup di bawah pemerintahan islami.(mediaumat.com)

Read more »

 
Powered by Blogger